Meski panen tembakau masih beberapa bulan lagi namun sejumlah warga di wilayah kecamatan Kedu dan Kandangan sudah memulai membuat keranjang. Pekerjaan musiman ini selalu dikerjakan setiap musim tembakau untuk menambah pendapatan keluarga.
Kesibukan warga yang menjadi perajin keranjang tembakau mulai nampak sepekan belakangan ini. Mereka mulai menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan membuat keranjang. Bambu yang menjadi bahan dasar, mulai didatangkan dari daerah sentra pohon bambu seperti dari Kaloran dan Kranggan yang juga masih masuk wilayah Kabupaten Temanggung.
Bahkan juga mendatangkan dari luar daerah seperti dari Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang. Ratusan pohon bambu selanjutnya dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian dibelah tipis-tipis untuk dihaluskan sehingga siap dirakit menjadi keranjang tembakau.
Proses membuat keranjang memang relative sederhana. rata-rata setiap perajin dalam sehari bisa memproduksi 2 buah keranjang. Bahkan yang sudah tergolong terampil mampu membuat 3 hingga 4 buah keranjang. Solihin salah seorang perajin warga dusun Gintung Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu Rabu kemarin (13/6) menuturkan, sudah satu minggu ini mulai sibuk membuat keranjang. Bambu sebagai bahan baku didatangkan dari Kaloran. Selanjutnya bambu dipotong-potong sesuai kebutuhan, kemudian dibelah menjadi beberapa bagian untuk dihaluskan.
Proses selanjutnya dirakit menjadi keranjang. “Setelah dipotong-potong, bambu dibelah-belah menjadi dua jenis yakni berukuran lebar dan tebal serta berukuran kecil dan tipis. Kemudian belahan bambu tersebut dihaluskan dengan parang, proses selanjutnya tinggal dirakit menjadi keranjang untuk tempat tembakau“ tuturnya. Sementara itu rekannya, Jumanto mengutarakan, pekerjaan membuat keranjang tembakau sudah dilakukan bertahun-tahun sebelum berkeluarga.
Setiap datang musim tembakau, ia dibantu isteri dan saudara selalu membuat keranjang untuk menambah penghasilan keluarga. Setiap hari mampu membuat keranjang sebanyak 10 buah. “Keranjang yang sudah jadi untuk sementara ditampung. Jika sudah mulai laku maka akan dijual ke pasaran“ tuturnya
Sumber : http://www.temanggungkab.go.id/detailberita.php?bid=1202

0 komentar