Harga kubis di Kabupaten Temannggung terus mengalami fluktuasi, sejak tiga bulan terakhir. Saat ini harga kubis hanya Rp 650/kilogram dan menurut para petani masih rendah karena idealnya antara Rp 1.600 sampai Rp 2.000/kilogram.
Rohmadi (35), petani asal Desa Banaran Kecamatan Bansari menuturkan, harga sayuran jenis kubis sejak tiga bulan yang lalu memang naik turun. Namun sayangnya harga hanya berada dikisaran di bawah Rp 1.000/kilogram.
"Naik turunnya di bawah Rp 1.000. Kalau harga per kilogramnya rendah sudah pasti kami mengalami kerugian. Dari lahan seluas setengah hektare saya mengeluarkan biaya tanam, perawatan, hingga masa panen paling tidak Rp 8 juta. Belum lagi kalau ada serangan hama penyakit," ujarnya Rabu (13/6).
Dari lahan setengah hektare itu Rohmadi mengaku bisa menghasilkan 6 hingga 8 ton kubis. Jika harga kubis hanya Rp 650 seperti saat ini, secara matematis dia akan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Sementara itu Yati (41) pedagang sayuran di Pasar Legi Parakan, mengatakan, harga terbaik kubis terjadi pada bulan Febuari lalu, yang mencapai Rp 2.000. Namun, sejak awal bulan Maret lalu hingga sekarang harganya terus merosot dan kini hanya Rp 650/kilogram.
"Bulan Februari harga kubis Rp 2.000/kilogram, tapi pada bulan berikutnya terus anjlok menjadi Rp 1.500, Rp 1.300, Rp 700, dan terus turun di angka Rp 350/kilogram. Sekarang meski merangkak sudah ada kenaikan lagi menjadi Rp 650/kilogram. Ini mungkin karena sedangbanyak yang panen,"jelasnya.

0 komentar